Laman

Mengenai Saya

Foto saya
calon forester uniLa yang biasa saja tapi selalu berusaha untuk menjadi Luar Biasa..... aminnn

Minggu, 25 Maret 2012

Kuliah Umum dan Penanaman Bibit Pohon oleh Menteri Kehutanan Republik Indonesia


Kamis, 22 Maret 2012 merupakan salah satu hari yang tak terlupakan oleh sebagian besar mahasiswa Kehutanan Unila.  Sekitar 100 orang lebih mahasiswa kehutanan mengikuti kuliah umum yang disampaikan langsung oleh Menteri Kehutanan Bapak H. Zulkifli Hasan, S.E., M.M.  Dalam acara kuliah umum dan penanaman bibit pohon yang terselenggara atas kerjasama Himasylva Unila dan UKMF FOSI (Forum Studi Islam) Fakultas Pertanian Universitas Lampung tersebut juga dihadiri oleh perwakilan dari Kementerian Pertanian, Pemerintah Provinsi Lampung, dan juga Pemerintah Kota Bandar Lampung.

Acara kuliah umum yang dibuka oleh Rektor Unila Bapak Prof. Dr. Ir. Sugeng P. Harianto, M.S. ini mengambil tema “Peran Sektor Kehutanan dalam Meningkatkan Ketahanan Pangan Nasional”.  Zulkifli mengatakan saat ini kondisi hutan di Indonesia sudah tidak sebanyak dan sebaik pada zaman dahulu, merupakan tugas berat bagi kita semua  untuk kembali merehabilitasi lahan hutan yang sudah rusak.  Namun meskipun lahan hutan yang tersisa sekarang di Indonesia tinggal sedikit beliau menegaskan bahwa ada pengecualian dari pihak Kementerian Kehutanan bila untuk kepentingan pangan. Pihak kementerian akan dengan senang hati memberikan lahan hutan berapapun dan dimanapun bila untuk masalah pangan.  Dalam penyampaiannya beliau mengatakan bahwa dalam kurun waktu tahun 1998 hingga tahun 2010, luas kontribusi pangan dari sektor kehutanan mencapai lebih dari 16.43 juta hektar. Trend yang ada sekarang ialah mengombinasikan tanaman pertanian dan kehutanan dengan sistem tumpangsari atau dalam bahasa modern disebut agroforestry.

Dengan pola agroforestry maka masyarakat lebih banyak mendapatkan peluang untuk meningkatkan perekonomian mereka sekaligus melestarikan lingkungan.  Contohnya di suatu tempat di Jawa masyarakatnya mengombinasikan pohon sengon dengan jagung, ada pula kombinasi dengan sayuran.  Melalui sistem ini maka produk-produk pertanian lokal bisa dikembangkan dan bahkan dapat dijadikan bibit unggul di daerah masing-masing.  Pada sela-sela penyampaian Bapak Menteri sedikit “menyentil” panitia penyelenggara, beliau berkata “Saya senang dan bangga ketika saya disambut Rektor di ruangannya saya disuguhi hidangan kopi khas Lampung, namun begitu ada di ruangan ini saya heran ko’ malah disuguhi buah-buahan impor. Wahh, berarti tidak konsisten nih”.  Langsung saja seisi ruangan tertawa mendengar “sentilan” dari beliau.

Pada akhir kuliah umum beliau berpesan bahwa kita sebagai umat muslim diharuskan memiliki daya saing yang tinggi dalam ilmu pengetahuan dan teknologi.  Sebagai negara yang sedang berkembang kita harus berupaya agar negara kita sejajar dengan negara-negara maju yang lain.  Setelah mengakhiri kuliah umumnya beliau pun melakukan penanaman bibit pohon di sekitar kampus Unila diikuti oleh beberapa petinggi dan pejabat yang lainnya.

“Janganlah kita terlena menjadi bangsa yang bersifat konsumtif, mari kita bergerak lakukan perubahan demi bangsa dan negara kita Indonesia” (Iqbal)    

Himasylva dan YIAR (Yayasan International Animal Rescue) Ajak Selamatkan Kukang (Nycticebus coucang)


Suasana ramai penuh antusias terlihat di Aula Fakultas Pertanian pada 15 Maret 2012 pagi.  Tak kurang dari 100 peserta yang terdiri dari mahasiswa/i, siswa/i SMA dan para guru maupun akademisi turut mengikuti Seminar Kukang ini.  Bertindak sebagai ketua pelaksana sekaligus Ketua Umum Himasylva (Himpunan Mahasiswa Kehutanan), Agung Wahyudi mengatakan bahwa tujuan mengadakan kegiatan ini adalah untuk mengajak seluruh lapisan masyarakat Lampung agar turut menjaga kelestarian dan mencegah perdagangan illegal dari kukang tersebut.

Hadir membuka acara Dekan Fakultas Pertanian Prof. Dr. Ir. Wan Abbas Zakaria, M.S.  Beliau berpesan kepada seluruh peserta agar serius mengikuti seminar ini agar bisa mengenal tentang kukang lebih dekat lagi, karena bila kita sudah kenal maka kita akan sayang dan bila sudah sayang maka kita akan turut ikhlas menjaga dan melestarikan keberadaan kukang tersebut.

Pada session pertama terdapat 2 narasumber langsung yang menjadi pembicara.  Yang pertama yaitu Indah Winarti yang merupakan anggota YIAR Indonesia, beliau mengatakan bahwa saat ini kukang masih kurang dikenal masyarakat padahal jenis ini merupakan salah satu jenis langka yang wajib kita lestarikan.  Namun menurut pemantauan dari tim YIAR bahwa saat ini justru kukang diperdagangkan secara bebas di pasar untuk obat-obatan maupun untuk hal lainnya.  Menurut pembicara ke-2 yaitu Dr. Hj. Bainah Sari Dewi, S.Hut., M.P.  yang merupakan dosen jurusan Kehutanan bahwa kukang memang rentan diburu karena mempunyai keunikan tersendiri dan satwa ini juga sangat mempunyai peranan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem, beliau menegaskan kepada seluruh mahasiswa maupun akademisi agar lebih banyak melakukan penelitian tentang kukang untuk mengatasi kekurangan data lapangan mengenai jenis kukang ini.

Session kedua dimulai oleh pembicara dari BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) Provinsi Lampung, Ibu Rika.  Beliau mengatakan bahwa sudah ada peraturan khusus yang melindungi satwa langka seperti kukang ini yaitu UU No. 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.  Dalam kurum waktu 2 3 tahun terakhir sudah ada 11 kasus tentang perdagangan atau perburuan liar satwa yang dilindungi di provinsi Lampung ini.  Dan untuk membuat efek jera para pelaku diberikan hukuman penjara dan denda yang tidak sedikit.  Dwi Nugroho Adhiasto dari WCS (Wildlife Conservation Society) yang bertindak sebagai pembicara ke-2 mengatakan bahwa dari hari ke hari modus dari penyaluran dan perdagangan satwa illegal ini semakin cerdik dan membuat tim penyidik harus bekerja ekstra keras.  Harapannya dengan adanya seminar ini bisa menyadarkan kita semua tentang pentingnya keberadaan kukang, kita berusaha agar satwa ini tidak punah dan masih bisa dilihat secara langsung oleh anak dan cucu kita di masa depan kelak. (Iqbal)

GO CONSERVATION…!!!
SELAMATKAN KUKANG…!!!