Kamis, 22 Maret 2012 merupakan salah satu hari yang tak terlupakan oleh sebagian besar mahasiswa Kehutanan Unila. Sekitar 100 orang lebih mahasiswa kehutanan mengikuti kuliah umum yang disampaikan langsung oleh Menteri Kehutanan Bapak H. Zulkifli Hasan, S.E., M.M. Dalam acara kuliah umum dan penanaman bibit pohon yang terselenggara atas kerjasama Himasylva Unila dan UKMF FOSI (Forum Studi Islam) Fakultas Pertanian Universitas Lampung tersebut juga dihadiri oleh perwakilan dari Kementerian Pertanian, Pemerintah Provinsi Lampung, dan juga Pemerintah Kota Bandar Lampung.
Acara kuliah umum yang dibuka oleh Rektor Unila Bapak Prof. Dr. Ir. Sugeng P. Harianto, M.S. ini mengambil tema “Peran Sektor Kehutanan dalam Meningkatkan Ketahanan Pangan Nasional”. Zulkifli mengatakan saat ini kondisi hutan di Indonesia sudah tidak sebanyak dan sebaik pada zaman dahulu, merupakan tugas berat bagi kita semua untuk kembali merehabilitasi lahan hutan yang sudah rusak. Namun meskipun lahan hutan yang tersisa sekarang di Indonesia tinggal sedikit beliau menegaskan bahwa ada pengecualian dari pihak Kementerian Kehutanan bila untuk kepentingan pangan. Pihak kementerian akan dengan senang hati memberikan lahan hutan berapapun dan dimanapun bila untuk masalah pangan. Dalam penyampaiannya beliau mengatakan bahwa dalam kurun waktu tahun 1998 hingga tahun 2010, luas kontribusi pangan dari sektor kehutanan mencapai lebih dari 16.43 juta hektar. Trend yang ada sekarang ialah mengombinasikan tanaman pertanian dan kehutanan dengan sistem tumpangsari atau dalam bahasa modern disebut agroforestry.
Dengan pola agroforestry maka masyarakat lebih banyak mendapatkan peluang untuk meningkatkan perekonomian mereka sekaligus melestarikan lingkungan. Contohnya di suatu tempat di Jawa masyarakatnya mengombinasikan pohon sengon dengan jagung, ada pula kombinasi dengan sayuran. Melalui sistem ini maka produk-produk pertanian lokal bisa dikembangkan dan bahkan dapat dijadikan bibit unggul di daerah masing-masing. Pada sela-sela penyampaian Bapak Menteri sedikit “menyentil” panitia penyelenggara, beliau berkata “Saya senang dan bangga ketika saya disambut Rektor di ruangannya saya disuguhi hidangan kopi khas Lampung, namun begitu ada di ruangan ini saya heran ko’ malah disuguhi buah-buahan impor. Wahh, berarti tidak konsisten nih”. Langsung saja seisi ruangan tertawa mendengar “sentilan” dari beliau.
Pada akhir kuliah umum beliau berpesan bahwa kita sebagai umat muslim diharuskan memiliki daya saing yang tinggi dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Sebagai negara yang sedang berkembang kita harus berupaya agar negara kita sejajar dengan negara-negara maju yang lain. Setelah mengakhiri kuliah umumnya beliau pun melakukan penanaman bibit pohon di sekitar kampus Unila diikuti oleh beberapa petinggi dan pejabat yang lainnya.
“Janganlah kita terlena menjadi bangsa yang bersifat konsumtif, mari kita bergerak lakukan perubahan demi bangsa dan negara kita Indonesia” (Iqbal)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar